Sekilas tentang "Be Smart Preacher"
Shalom, saudaraku yang diberkati Tuhan, melalui blog yang sederhana ini saya hanya ingin berbagi dengan Anda semua tentang bagaimana menjadi pengkhotbah yang cerdas. Sesungguhnya, untuk menjadi seorang pengkhotbah terkenal pada saat ini hanyalah masalah relasi dan peluang, bukan semata-mata karena keunggulan atau faktor tertentu lainnya. Ada banyak pengkhotbah yang biasa-biasa saja, tetapi bisa menjadi terkenal, sedangkan ada yang memiliki kenggulan lebih, tetapi tidak begitu banyak dikenal orang.
Disini saya tidak bertujuan membuat Anda yang membaca blog ini menjadi terkenal, melainkan saya ingin agar Anda menjadi pengkhotbah atau pengajar Firman yang lebih cerdas.
Ohhhhh sabar dulu, memangnya Anda sudah secerdas apa sampai berani-beraninya mau mengajak orang menjadi Pengkhotbah Cerdas? Sebagian mungkin akan berpikir seperti itu, tak mengapa, setiap orang berhak untuk menentukan sikap.
Akan tetapi, Begini saudaraku, saya tidak bermaksud menggurui atau mengajari Anda, tetapi saya ingin sekali berbagi dengan Anda semua. Memberi motivasi untuk menjadi Pengkhotbah yang dapat berbicara dengan lebih baik serta mampu menampilkan penampilan yang sedikit lebih baik dari sebelumnya. Dengan berpegang pada prinsip Firman Tuhan yang berkata, Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. (Ams. 27:17) membuat saya memberanikan diri menawarkan hal ini kepada Anda sebagai Pengkhotbah dan Pengajar Firman Allah yaitu Alkitab.
Disini, saya tidak akan membuat Anda menjadi ahli teologi, saya juga tidak akan membuat Anda menjadi seorang ahli Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru, bukan itu tujuan saya. Disini saya hanya akan berbagi dengan Anda seputar bagaimana membuat khotbah yang kita sampaikan terarah dan dinamis. Terarah maksudnya memiliki pengantar dan pendahuluan yang memukau, isi yang terstruktur, dan kesimpulan serta penutup yang tak terlupankan.
Nah saudaraku, itu sekilas yang dapat Anda semua pahami dari apa yang saya ingin bagikan kepada Anda semua. Doa dan harapan saya Anda semua senantiasa dalam keadaan sehat dan diberkati Tuhan. Akhirnya, jadilah "Ecclesia reformata, semper reformanda" (Gereja yang terus melakukan reformasi dan terus berubah ke arah lebih baik). Salam kasih dari saya Pdt. Maarjes Sasela, M.Th

Tidak ada komentar:
Posting Komentar